Unsur-unsur syahadat Marxis adalah teori nilai lebih, yang melukiskan metoda-metoda bagaimana kaum buruh dieksplotir oleh kaum kapitalis, hipotesa dialektika materialisme, interpretasi ekonomi tentang sejarah, teori kelas tentang kemajuan dan revolusi sebagai metoda kaum buruh untuk merebut kekuasaan. Dengan metafisikinya yang materialistik inilah Marxisme menolak adanya Tuhan sebagai Causa Prima, Sebagai Pencipta. Dengan membuktikan bahwa tidak ada tenaga lain kecuali tenaga yang diberikan oleh benda, Marxisme mengira telah membuktikan tidak adanya Tuhan. Tuhan digambarkannya sebagai pemain komidi kuda yang mengendalikan alam ini dengan tali-tali dari angkasa luar. Setelah membuktikan tidak adanya tali-tali yang mengikat seluruh benda alam ini, maka kaum materialis merasa telah menolak adanya Tuhan secara ilmiah.

Sekarang pengertian Marxisme telah disempitkan maksudnya oleh Lenin tatkala ia menguasai Rusia setelah Revolusi November 1917, dan dengan dasar ini Lenin serta para pengikutnya mencoba mengubah masyarakat Rusia. Tatkala Marx mengatakan “Agama adalah candu rakyat”, maka secara dogmatik Lenin memperuncingnya dengan mengatakan: “Kita harus memerangi agama!”. Lenin lah yang membuat Marxisme menjadi suatu gerakan dunia. Engels pada tahun 1893 telah memperingati orang Rusia akan kebiasaan mereka mengadakan interpretasi pesan dari tulisan dan surat Marx dengan cara yang sangat bertentangan seperti naskah-naskah klasik Perjanjian Baru, seolah-olah Engels telah meramalkan seorang pemuda Rusia yang hidup pada masa itu dengan nama Vladimir Ilyich Ulyanov, yang kemudian terkenal dengan nama Lenin, akan menjadi tokoh Paulus dari Karl Marx. Tepatlah apa yang dikatakan Prof. Herbert J. Muller (The Uses of the Past, hal. 292): “Dan dengan keyakinan yang luar biasa ini, Lenin telah mengubah Injil dari Marx seperti Paulus mengubah Injil Yesus. Tulisannya sendiri telah menjadi Kitab Suci, meskipun sering ditulis tergesa-gesa dan gegabah, seperti Surat-surat Paulus dalam kitab Perjanjian Baru, dan tulisan ini juga telah dikutip dengan cara-cara yang sangat bertentangan.”
Karena tindakan-tindakan pengikutnya yang dogmatik itu, Marx pernah mengatakan dalam suratnya: “Segala yang aku ketahui ialah bahwa aku bukanlah Marxis.” Dengan ini Marx bermaksud mengatakan bahwa ajaran-ajarannya bukanlah dogma yang diwahyuhan Tuhan, yang tak dapat dtawar-tawar dan harus diterima secara bulat.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.